| Iwan Darmansjah, MD. | |
|
Popular Articles Category: Advis Medis Seriawan Mon Apr 16, 2001 Seriawan yang mengganggu hidup kita Prof. Dr. Iwan Darmansyah, Sp. FK Beberapa waktu yang lalu pasien saya datang dengan keluhan “seriawan” di mulut dan lidah selama lebih dari seminggu. Tidak ada gejala lain dan penyakit itu sering terulang. Waktu baru sakit ia berobat ke seorang internis. Ia diperiksa dan disuruh pergi laboratorium untuk periksa darah. Ia terkejut karena biayanya sekitar Rp. 700.000. Tanpa banyak bertanya ia membayar ksrena itu perintah dokter dan sakitnya sangat mengganggu. Sorenya ia kembali berobat membawa hasil laboratorium dan kemudian diberi resep dokter yang tebusannya Rp. 300.000. Setelah seminggu tidak sembuh ia berobat lagi. Entah ilusi apa yang ada di benak dokter tersebut sehingga penyebab seriawan biasa yang begitu sering diderita orang Indonesia, sampai air Kaki Tiga begitu laris, sehingga memerlukan biaya 1 juta yang mubazir. Seriawan yang sehari-hari kita lihat tidak sama dengan “scurvy”, seriawan juga bukan prekursor dari scurvy. Scurvy sudah sangat jarang terlihat di dunia. Ia ditemukan ketika orang dahoeloe berlayar dari Eropa selama berbulan-bulan untuk berpetualang dan mengambil rempah-rempah dari Asia. Karena bahan sayur dan buah segar tidak tersedia di kapal, persediaan vitamin C di tubuh habis total. Hal ini yang menimbulkan scurvy yang terwujud sebagai penyakit sistemik yang hebat dengan perdarahan di berbagai tempat, termasuk mulut, lidah, dan gusi. Hal ini disertai kerusakan semua sel di tubuh, karena vitamin C dibutuhkan sel hidup untuk berfungsi baik.Di mulut timbul luka-luka dalam yang berdarah sehingga makan-pun tidak bisa. Selaput lendir mata, hidung, dan usus, serta kulit juga menunjukkan gejala luka-luka dan berdarah.Beberapa ratus tahun yang lalu penyakit ini telah diteliti secara meyakinkan oleh James Lind (1747), seorang dokter kapal Inggris, yang memberi separoh awak kapal 2 jeruk orange dan satu lemon tiap hari. Kelompok ini tidak terserang scurvy, sedangkan yang tidak diberi buah menjadi sakit. Kemudian diketahui bahwa kekurangan vitamin C-lah penyebabnya. Kondisi seperti di kapal itu sekarang jarang terjadi lagi tetapi mayarakat tetap makan vitamin C (kadang-kadang dosis tinggi) untuk mengobati atau mencegah seriawan atau penyakit lain.Pada hal tidak terdapat bukti ilmiah bahwa seriawan (biasa) bisa disembuhkan oleh vitamin C, walaupun vitamin C sendiri merupakan bahan yang amat penting bagi tubuh. Namun demikian, alam telah menyediakan vitamin C untuk kita dalam jumlah berlimpah dalam bahan makanan. Jeruk, tomat, cabai, paprika, dan lain sayuran dan buah mengandung kadar vitamin C yang tinggi. Biasanya seriawan akan hilang sendiri dalam beberapa hari bila makanan yang merangsang seperti cabai, cuka, dsb. dihentikan untuk sementara. Ada cukup kecurigaan bahwa vitamin C dosis tinggi (terutama yang dilumatkan dalam mulut) dan bahan makanan yang asam atau pedas lainnya dapat justru menyebabkan atau memperpanjang seriawan. Banyak orang melaporkan seriawan bila makan jeruk yang asam dari Australia (yang banyak dijual di Indonesia), dan bila dilakukan challenge-test (diberi lagi) seriawan timbul lagi. Tentu harus diperhitungkan bahwa seriawan di mulut dan lidah dapat dicetuskan oleh hal lain, seperti gigi geraham yang runcing karena patah atau karies, atau karsinoma. Malah saya pernah melihat seorang wanita tua yang seriawan selama 2 tahun berturut-turut yang diduga tumor mulut, tetapi ternyata disebabkan oleh kebiasaan baru minum dan makan yang panas mendidih. Fenomen yang aneh ini dibuktikan karena justru dibawah gigi palsunya tidak ditemukan luka sama sekali.tetapi dibelakangnya terlihat bahwa lukanya berbatas tegas dengan gigi palsunya. Juga setelah kebiasaan aneh ini dihentikan tidak lagi terdapat seriawan. INTISARI: April 2000 http://www.iwandarmansjah.web.id |