 |
| Author |
Topic: Amandel |
| alex |
posted 03/02/2010 12:56:16
siang prof,
Terima kasih prof untuk penjelasannya. saya akan bawa anak saya ke dokter THT kembali, untuk meneruskan terapi pengobatannya. Takutnya klo dibawa ke dokter yg berbeda nanti obat yg di berikan tidak nyambung dengan obat yg diberikan dokter sebelumnya.
mungkin perlu diketahui saya ambil keputusan untuk bertanya ke prof karena sebelumnya saya sudah bawa anak saya ke dokter umum dan oleh dokter tersebut di berikan resep antibiotik juga ( beda merk).
salam
|
| Iwan D. |
posted 03/02/2010 09:33:48
Anda hanya boleh melakukan itu bila anda dokter, namun sebagai orang awam (buta ilmu) hal ini tidak bisa dibenarkan. Tanda2 penyakit yang sama tidak selalu menandakan diagnosa penyakit. Misalnya demam tidak selalu disebabkan flu di negara ini, tapi bisa penyakit yg sangat berbahaya (seperti demam berdarah); dan bila melakukan ini dan kebetulan DB maka risiko kematian cukup besar. Jadi, jangan menjadi dokter sendiri, walaupun saya sadar bahwa ke dokter harus mengeluarkan uang. Karena itu utk referensi pertama , jangan anda ke RS, tapi ke dokter keluarga - yang lebih dapat dipercayai dalam situasi sekarang ini daripada dokter RS yang mempunyai konflik kepentingan besar.
|
| alex |
posted 03/02/2010 09:09:49
pagi prof,
Apakah boleh saya membeli kembali obat yg sama dan saya berikan ke anak saya tanpa konsultasi lagi ke dokter ?
maaf prof klo pertanyaan sya tidak tepat.
|
| Iwan D |
posted 25/01/2010 18:45:25
Bila saya tidak melihat amandel itu, saya tidak boleh memberi tanggapan.
|
| alex |
posted 25/01/2010 12:50:57
selamat siang prof,
anak saya umur 2,5 Thn, sekarang lagi sakit amandel (pembengkakan amandel/tonsil). Kemaren saya sudah bawa ke Dokter THT, dan dikasih Tribost & cloracef/cefaclor 125.Yang ingin saya tanyakan ,
Apakah obat yang diberikan sudah tepat ?
Apakah ada Obat yang lebih aman dan mujarab ?
Saya sangat berharap atas jawabannya, karena saya menghindari untuk operasi mengingat usia anak saya yg masih terlalu kecil.
|
|
|